10 Mei 2017

Jual Kopi lelet di Semarang

JualKopi lelet di Semarang


Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).
Pemrosesan kopi sebelum dapat diminum melalui proses panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun dengan tangan kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah penyangraian biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi dapat diminum.


Kopi sendiri sudah menjadi sudah menjadi gaya hidup bahkan di kota Rembang tepatnya di Lasem minum kopi sudah menjadi budaya bukan lagi menjadi gaya hidup. Dari anak mudah sampai tua setiap harinya minum kopi. Nah uniknya di Rembang – Lasem minum kopi terhitung sedikit unik. Kopi di sangria agak “gosong” sehingga berwarna hitam pekat kemudian di giling halus. Hasil dari gilingan tadi diseduh dan siap diminum, di Rembang-Lasem di sebut dengan Kopi Lelet.


Apa Itu Kopi lelet

Kopi lelet adalah kopi khas Lasem. Kopi Lelet ini identik dengan kegiatan nglelet, yaitu membatik dengan media batang rokok dan tintanya menggunakan lethekan kopi lelet (ampas kopi lelet/kopi lasem yang dicampur susu krimer). Begitu banyak info tentang kopi lelet. Ada yang mengeklaim kopi lelet ala Rembang. Salahkah kalau penulis mengatakan Kopi lelet yang asli ala Lasem. Lihat di setiap tempat di Lasem, Anda akan menemukan banyak Warung Kopi Lelet. Di setiap desa di kecamatan Lasem anda akan menemuka Warung Kopi lebih dari satu, dan ada beberapa Warung Kopi yang sangat terkenal di Lasem misalkan Warung Kopi Pak Jon, dll.


Kopi Lelet khas Lasem ini cara pembuatannya bukan seperti kopi tubruk biasa yang sesudah diseduh dibiarkan sebentar, lalu diminum. Pembuatan Kopi Lelet ini mirip kopi Turki dimana bubuk kopi dtuang air panas dan dimasak lagi hingga mendidih, menghasilkan kopi yang kental dan mantap rasanya. Umumnya penikmat kopi lelet ini juga perokok. Mengapa? Karena setelah kopi selesai dinikmati, ampas yang tersisa di cangkir itulah yang akan digunakan oleh si perokok sebagai bahan untuk ‘ngelelet’.  Alatnya ia buat sendiri dari batang korek api yang ia raut  menggunakan silet agar tajam ujungnya, lalu dengan alat itu ia melelet-leletkan ampas kopi pada batang rokok seperti layaknya pelukis atau pembatik menciptakan berbagai motif. Jadi sekali ngopi, berbagai kenikmatan bisa ia dapatkan. Nikmat menyeruput kopi yang mantap rasanya, nikmat berkreasi menciptakan motif, dan nikmat menghisap rokok yang konon saat dihisap memiliki aroma yang khas pula. Mungkin aromanya ‘nyerempet-nyerempet’ aroma kopi yang dilelet itu, dan katanya di situlah nikmatnya si Kopi Lelet ini.

Untuk mendapat Kopi Lelet dengan kualitas Bagus Hubungi
Khufadz Koffee
WA : 085641425468
HP: 082229145181

Budaya

Sekilas memang tidak ada perbedaan dengan jenis kopi yang lain , perbedaannya terletak pada kekentalan adonan kopi , cita rasanya yang kuat , lembutnya buliran pada kopi lelet dan cara menikmatinya .
Cara penyajian pada kopi lelet juga berbeda dengan cara penyajian pada minuman kopi pada umumnya. Pertama kopi dan gula dimasukan dalam panci lalu dituangkan air panas kedalamnya. Adonan ini masih harus kembali dimasak setelah benar - benar mendidih baru kopi disajikan.
Lembutnya buliran kopi pada kopi lelet lebih halus dari buliran kopi produksi pabrik , ya karena kopi yang digunakan untuk membuat kopi lelet adalah buatan para pedagang sendiri yang mengalami beberapa kali proses penyaringan .







Kebanyakan para penggemar kopi lelet adalah para perokok , karena setelah mereka menikmati kopi sampai hanya tinggal ampasnya yang tersisa , amapas kopi ini akan dioleskan pada batang rokok yang akan di hisapnya , cara pengolesan ampas kopi pada batang rokok juga menghasilkan karya seni yang unik sesuai dengan selera dan cara pengolesannya . jika sudah agak kering ampas kopi yang menempel pada rokok , rokok pun sudah siap di nikmati.

Untuk mendapat Kopi Lelet dengan kualitas Bagus Hubungi
Khufadz Koffee
WA : 085641425468
HP: 082229145181

Secara pasti kapan dimulainya tradisi nglelet ini belum diketahui. Namun ditinjau dari sosial-budaya masyarakat Lasem, kita bisa mengetahui bahwa sejak dahulu kala masyarakat Lasem biasa membatik dan sampai sekarang pun masyarakat Lasem pun masih membatik. Jelas membatik dan nglelet ini mempunyai hubungan dekat, yaitu sama-sama mengekspresikan motif-motif melalui suatu media dengan menggunakan tinta yang khas. Yaitu jika pada batik menggunakan media kain mori dengan canting dan malam batik serta warna-warna soga, sedangkan pada nglelet ini menggunakan media batang rokok dengan lethekan kopi dan kreamer. Jelas jika tradisi ini berlangsung secara turun-temurun dan sudah merupakan suatu budaya khas masyarakat Lasem.
Jika penasaran dengan rasayanya silahkan datang ke Kota Rembang – Lasem atau bisa pesan lewat kami di :  WA : 085641425468/ HP: 082229145181

Demikian artikel sekilas tentang kopi lelet semoga menjadi informasi yang bermanfaat. 

08 Mei 2017

Membuat Batik Di Rokok | WA: 085641425468

Kopi lelet


Budaya Minum Kopi - Kopi lelet adalah kopi khas Lasem. Kopi Lelet ini identik dengan kegiatan nglelet, yaitu membatik dengan media batang rokok dan tintanya menggunakan lethekan kopi lelet (ampas kopi lelet/kopi lasem yang dicampur susu krimer). Begitu banyak info tentang kopi lelet. Ada yang mengeklaim kopi lelet ala Rembang. Salahkah kalau penulis mengatakan Kopi lelet yang asli ala Lasem. Lihat di setiap tempat di Lasem, Anda akan menemukan banyak Warung Kopi Lelet. Di setiap desa di kecamatan Lasem anda akan menemuka Warung Kopi lebih dari satu, dan ada beberapa Warung Kopi yang sangat terkenal di Lasem misalkan Warung Kopi Pak Jon, dll.



Kopi Lelet khas Lasem ini cara pembuatannya bukan seperti kopi tubruk biasa yang sesudah diseduh dibiarkan sebentar, lalu diminum. Pembuatan Kopi Lelet ini mirip kopi Turki dimana bubuk kopi dtuang air panas dan dimasak lagi hingga mendidih, menghasilkan kopi yang kental dan mantap rasanya. Umumnya penikmat kopi lelet ini juga perokok. Mengapa? Karena setelah kopi selesai dinikmati, ampas yang tersisa di cangkir itulah yang akan digunakan oleh si perokok sebagai bahan untuk ‘ngelelet’. Alatnya ia buat sendiri dari batang korek api yang ia raut menggunakan silet agar tajam ujungnya, lalu dengan alat itu ia melelet-leletkan ampas kopi pada batang rokok seperti layaknya pelukis atau pembatik menciptakan berbagai motif. Jadi sekali ngopi, berbagai kenikmatan bisa ia dapatkan. Nikmat menyeruput kopi yang mantap rasanya, nikmat berkreasi menciptakan motif, dan nikmat menghisap rokok yang konon saat dihisap memiliki aroma yang khas pula. Mungkin aromanya ‘nyerempet-nyerempet’ aroma kopi yang dilelet itu, dan katanya di situlah nikmatnya si Kopi Lelet ini.


Budaya

Sekilas memang tidak ada perbedaan dengan jenis kopi yang lain , perbedaannya terletak pada kekentalan adonan kopi , cita rasanya yang kuat , lembutnya buliran pada kopi lelet dan cara menikmatinya .

Cara penyajian pada kopi lelet juga berbeda dengan cara penyajian pada minuman kopi pada umumnya. Pertama kopi dan gula dimasukan dalam panci lalu dituangkan air panas kedalamnya. Adonan ini masih harus kembali dimasak setelah benar - benar mendidih baru kopi disajikan.

Lembutnya buliran kopi pada kopi lelet lebih halus dari buliran kopi produksi pabrik , ya karena kopi yang digunakan untuk membuat kopi lelet adalah buatan para pedagang sendiri yang mengalami beberapa kali proses penyaringan .

Kebanyakan para penggemar kopi lelet adalah para perokok , karena setelah mereka menikmati kopi sampai hanya tinggal ampasnya yang tersisa , amapas kopi ini akan dioleskan pada batang rokok yang akan di hisapnya , cara pengolesan ampas kopi pada batang rokok juga menghasilkan karya seni yang unik sesuai dengan selera dan cara pengolesannya . jika sudah agak kering ampas kopi yang menempel pada rokok , rokok pun sudah siap di nikmati.

Secara pasti kapan dimulainya tradisi nglelet ini belum diketahui. Namun ditinjau dari sosial-budaya masyarakat Lasem, kita bisa mengetahui bahwa sejak dahulu kala masyarakat Lasem biasa membatik dan sampai sekarang pun masyarakat Lasem pun masih membatik. Jelas membatik dan nglelet ini mempunyai hubungan dekat, yaitu sama-sama mengekspresikan motif-motif melalui suatu media dengan menggunakan tinta yang khas. Yaitu jika pada batik menggunakan media kain mori dengan canting dan malam batik serta warna-warna soga, sedangkan pada nglelet ini menggunakan media batang rokok dengan lethekan kopi dan kreamer. Jelas jika tradisi ini berlangsung secara turun-temurun dan sudah merupakan suatu budaya khas masyarakat Lasem.

Ciri Dan Perbedaan antara Kamu dan Dia | 085641425468

Ciri dan Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika


Kopi - Berbicara mengenai kopi tentu akan menarik minat Anda sebagai penikmat kopi untuk mengetahui jenis serta ciri dari kopi itu sendiri. Ada dua jenis kopi yang akan dibahas di sini yaitu mengenai ciri dan perbedaan kopi robusta dan Arabika. Keduanya merupakan kopi dengan varietas yang berbeda.
Perbedaan kopi robusta dan Arabika yang paling umum adalah pada rasanya, bau khas, kondisi tempat kedua varietas kopi tersebut, serta perbedaan ekonomis keduanya.
Mengenai rasa, keduanya memiliki perbedaan yang tampak yaitu kopi Arabika memiliki variasi rasa yang cenderung bervariasi, dari rasa yang manis, lembut bahkan ada juga yang berasa kuat serta tajam.
Sebelum dilakukan proses sangrai, kopi Arabika memiliki aroma seperti blueberry. Sedangkan seusai disangrai akan beraroma buah-buahan dan berasa manis.

Ciri DanPerbedaan Kopi Robusta dan Arabika

Berbeda lagi dengan kopi robusta yang mempunyai rasa yang cenderung netral hingga tajam dan kerap dianggap memiliki rasa seperti gandum. Ciri kopi robusta dan Arabika memang lain, pada kopi robusta aroma yang dimiliki adalah aroma kacang-kacangan.
Namun untuk kualitas kopi robusta yang tinggi di pasaran jarang ada. Selain itu, ada perbedaan kopi robusta dan Arabika yang tampak yaitu pada harganya. Kopi Arabika memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan harga kopi robusta.
Berikut ini ada beberapa ciri dan perbedaan kopi robusta danArabika yang dapat Anda simak. Kopi Arabika dapat tumbuh dan ditanam pada daerah dengan ketinggian 700 hingga 1700 meter di bawah permukaan laut, dengan suhu antara 16 hingga 200Celcius. Memilki iklim kering selama 3 bulan secara beruntun.

Ciri khas Kopi Arabika

Kopi Arabika mempunyai kepekaan terhadap penyakit karat daun hemileia vastatrix (HV) terlebih jika ditanam pada lokasi yang memiliki ketinggian kurang dari 700 meter di bawah permukaan laut.
Kopi ini berasal dari Ethiopia dan Brasil yang memiliki varietas banyak, tergantung pada negara, iklim serta lokasi penanaman kopi Arabika.
Kopi Arabika menguasai 70 persen dari pasar kopi di dunia.Ada beberapa jenis kopi yang masuk dalam kategori kopi Arabika yaitu kopi kolumbia, brasilia, mandailing, dan toraja. Di antara kopi Arabika yang satu dengan lainnya terdapat rasa yang berbeda. Dari segi rasa kopi arabika mempunya kecenderungan rasa asam yang kuat.
Memiliki kecenderungan tumbuh pada dataran tinggi berkisar antara 1000 hingga 2000meter, lebih sulit untuk dipelihara, memerlukan waktu selama 9 bulan dari proses bunga menjadi buah, berbuah pada suhu yang lebih dingin, dan memiliki hasil biji kopi dengan jumlah lebih rendah.
Selain itu terdapat beberapa ciri pada biji kopi Arabika yaitu rasanya yang lebih lembut, terkenal dengan rasanya yang asam, terasa kental saat disesap, beraroma harum seperti campuran buah dan bunga, dan terdapat rasa asam yang tidak ada pada kopi robusta

Ciri Khas Kopi Robusta

Ciri kopi robusta dan Arabika bisa diidentifikasi dari biji dan pohon kopinya. Pada kopi Arabika memiliki beberapa ciri berikut.
Kopi robusta memiliki rasa dan bentuk lebih kasar, rasa lebih mengarah pada coklat, beraroma manis, memiliki variasi warna bergantung pada cara pengolahannya. Kopi robusta dapat tumbuh pada ketinggian antara 400 hingga 700 meter di atas permukaan laut.
Kopi robusta mudah terserang serangga, dapat berbuah ketika suhu lebih panas dan jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih tinggi.

Memerlukan waktu antara 10 sampai 11 bulan untuk proses dari bunga ke buah. Perbedaan kopi robusta dan Arabika ini memang sangat tampak, kopi robusta hanya menempati 30 persen pasar kopi dunia. Kopi robusta mempunya kecenderunga rasa pahit dan ringan sehingga orang awam yang baru mengenal kopi lebih cenderung suka memilih kopi raobusta dibanding arabika. Demikian sedikit penjelasan perbedaan kopi arabika dan robusta,semoga bisa berguna dan membantu.